Sunday, 21 January 2018

KINGDOM PLANTAE



Kingdom Plantae

Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat menjelaskan ciri dunia tumbuhan, menjelaskan ciri-ciri tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji dan peranannya.

Pada klasifikasi makhluk hidup dengan sistemlima kingdom, makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom Plantae adalah tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji. Berdasarkan perbedaan dan persamaan morfologisnya, tumbuhan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok tumbuhan tidak berpembuluh dan kelompok tumbuhan yang berpembuluh (kormofita). Pembuluh ini berfungsi untuk mengalirkan sari-sari makanan ke seluruh tubuh.

A.      Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
1.      Ciri-ciri Bryophyta
Bryophyta berasal dari bahasa Yunani, kata bryum yang berarti lumut dan phyta artinya tumbuhan. Ciri-ciri tumbuhan Lumut :
a.       Batang dan daun lumut belum memiliki floem dan xilem, sehingga proses pendistribusian air berjalan lambat secara difusi.
b.      Hidup di tempat yang lembap.
c.       Tubuh tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.
d.      Mempunyai rizoid yang berfungsi seperti akar, yaitu melekatkan tubuh pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam-garam mineral.
e.       Mempunyai klorofil, dan dapat berfotosintesis.
f.       Mengalami pergiliran keturunan (Metagenesis), antara fase gametofit dan fase sporofit. Dimana fase gametofit lebih dominan daripada fase sporofit.
g.      Bersifat kosmopolit (daerah persebarannya luas)

2.      Klasifikasi Bryophyta
Berdasarkan bentuk tubuhnya, lumut dapat dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu lumut hati (Hepaticeae), lumut tanduk (Anthocerotaceae), dan lumut daun (Musci).
a.      Lumut Daun (Musci)
Lumut daun disebut juga lumut sejati. Tubuh lumut daun bisa dibedakan menjadi rizoid, batang, dan daun. Semua lumut daun mempunyai batang dan daun semu yang berdiri tegak. Pada ujung batang terdapat alat perkembangbiakan generatif, yaitu anteridium dan arkegonium. Contohnya : Sphagnum sp., Bryum sp., Aerobrysis longissima, dan Furaria sp.

b.      Lumut Hati (Hepaticeae)
Lumut hati banyak ditemukan menempel di bebatuan, tanah, atau dinding tua yang lembab. Tubuh lumut hati memiliki struktur mirip akar, batang, dan daun. Perkembangbiakan lumut hati dilakukan secara aseksual dan seksual. Secara seksual dengan membentuk anteridium dan arkegonium. Secara aseksual, lumut hati melakukan reproduksi dengan gemma cup, yaitu struktur yang menyerupai mangkuk berisi kumpulan tunas di permukaan gametofit. Contoh : Marchantia polymorpha dan Porella.

c.       Lumut Tanduk (Anthocerotaceae)
Lumut tanduk memiliki struktur tubuh mirip tanduk, sehingga dinamakan lumut tanduk. Lumut ini hanya memiliki satu kloroplas di dalam tiap selnya, sehingga dianggap sebagai lumut primitif. Fase gametofitnya lebih dominan dari sporofitnya. Contohnya : Anthoceros sp.

  Daur hidup Bryophyta

 


 Peranan Bryophyta
a.       Tumbuhan Lumut merupakan vegetasi perintis, karena dapat menghancurkan batu-batuan menjadi tanah yang dapat digunakan sebagai tempat tumbuh bagi tumbuhan lain.
b.      Tumbuhan lumut yang tumbuh di lantai hutan dapat menahan erosi, mengurangi bahaya banjir, dan mampu menyerap air.
c.       Marchantia sp. dapat digunakan sebagai obat hepatitis (radang hati)
d.      Sphagnum sp. digunakan sebagai bahan pembalut.

A.      Pteridophyta ( Tumbuhan Paku)
1.      Ciri-ciri Pteridophyta
Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Merupakan tumbuhan kormus atau sudah mempunyai akar, batang dan daun sejati.
b.      Memiliki jaringan pengangkut xilem dan floem yang terdapat pada daun, batang, dan akarnya.
c.       Memiliki klorofil.
d.      Daun paku muda ujungnya selalu menggulung.
e.       Memiliki dua jenis daun, yaitu daun tropofil (untuk asimilasi) dan daun sporofil (untuk menghasilkan spora).
Pada bagian bawah sporofil terdapat bulatan kecil berwarna cokelat yang disebut sorus. Sorus yang masih muda di lindungi oleh selaput yang disebut indusium. Setiap sorus terdiri atas banyak sporangium (kotak spora).
f.       Fase sporofit lebih dominan daripada fase gametofit.

Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menj adi paku homospora, heterospora, dan peralihan.
a.       Paku homospora atau isospora, yaitu paku yang menghasilkan satu jenis spora yang sama ukurannya. Contohnya : paku kawat (Lycopodium clavatum).
b.      Paku heterospora, yaitu paku yang manghasilkan dua jenis spora yang berbeda ukurannya. Spora yang kecil disebut mikrospora, berjenis jantan. Adapun spora yang besar disebut makrospora, berjenis kelamin betina. Contohnya : paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).
c.       Paku Peralihan, yaitu paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama (isospora), tetapi sebagian jantan dan sebagian betina (heterospora). Contoh : paku ekor kuda (Equisetum debile).

2.      Klasifikasi Pteridophyta
Tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi empat divisi, yaitu :
a.      Psilophytinae (paku purba)
Paku jenis ini merupakan paku telanjang (tidak berdaun) atau memiliki daun kecil-kecil (mikrofil) yang belum terdiferensiasi. Ada sebagian yang belum memiliki akar, bercabang menggarpu dengan sporangium pada ujung batang, dan bersifat homospora. Contoh : Psilotum nudum.
b.      Lycopodinae (paku rambat)
Jenis tumbuhan paku ini daunnya kecil-kecil, tidak bertangkai, dan bertulang  satu. Daun ada yang berbentuk seperti jarum dan tersusun rapat menurut garis spiral serta tidak mengandung klorofil. Contoh : Lycopodium clavatum, Selaginella caudata, dan Isoetes lacustris.
c.       Equisetinae (paku ekor kuda)
Batangnya bercabang, berkarang, beruas-ruas, dan mengandung zat kersik yang dapat dijadikan bahan penggosok. Contoh : Equisetum sp.
d.      Filicinae
Daunnya besar dan sorus di bagian bawah daun. Contoh : suplir (Adiantum cuneatum), tanduk rusa (Platycerium bifurcatum) dan paku sarang burung (Asplenium nidus).

Daur hidup Pteridophyta

 
 
Peranan Pteridophyta
a.       Sebagai tanaman hias, misalnya paku tanduk rusa, paku sarang burung, suplir, dan paku rane.
b.      Sebagai bahan penghasil obat-obatan, misalnya Lycopodium
c.       Sebagai sayuran, misalnya semanggi dan paku sampan
d.      Sebagai pupuk hijau, yaitu Azolla pinnata karena bersimbiosis dengan Anabaena azolae (ganggang baru), sehingga mampu menambat nitrogen dari udara bebas.



SPERMATOPHYTA (TUMBUHAN BERBIJI)


Spermatophyta berasal dari kata spermae yang berarti biji dan phyton yang berarti tumbuhan. Ciri utama tumbuhan berbiji adalah :
a.    Memiliki organ biji yang berasal dari bakal biji
b.    Memiliki berkas pengangkut, xilem dan floem

1.    Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae)
a.    Tumbuhan ini memiliki akar, batang, dan daun yang jelas
b.    Biji tidak dilindungi oleh daun buah
c.    Bunga sesungguhnya tidak ada
d.   Alat perkembangbiakan berupa badan yang disebut strobilus (runjung)
e.    Berakar tunggang dan pada akar tidak tampak pembatas yang jelas antara kaliptra dan ujung akar
f.     Daunnya seperti jarum

Gymnospermae dikelompokkan menjadi empat kelas, yaitu:
a.      Cycadales
Batangnya tidak bercabang. Daun-daun majemuk tersusun sebagai tajuk di pucuk batang yang memanjang. Habitus (perawakan) menyerupai pohon palem. Penyerbukan sering dibantu oleh serangga yang tertarik dengan aroma yang dihasilkan oleh strobilus jantan dan betina. Contoh : Zamia sp. dan Cycas rumphii (pakis haji).
b.      Gynkgoales
Kelompok tumbuhan ini hanya diwakili oleh satu jenis yang masih hidup, yaitu Ginkgo biloba. Tumbuhan ini berasal dari Cina dengan daun melebar seperti kipas dan berumah dua. Tumbuhan ini mengeluarkan bau tidak sedap.
c.       Coniferales
Tumbuhan ini berdaun jarum dan mempunyai habitus sebagai semak dan pohon. Ada dua jenis strobilus, yaitu strobilus biji atau betina dan strobilus serbuk sari atau jantan.ukuran strobilus betina lebih besar daripada strobilus jantan. Contoh : pinus (Pinus merkusii), damar (Agathis alba), dan balsam (Abies balsama).
d.      Gnetales
Daun-daun berhadapan atau melingkar dan tidak mempunyai saluran resin. Batangnya berkayu dan bunga berkelamin tunggal. Contoh : melinjo (Gnetum gnemon).

Gymnospermae memiliki peranan yang paling penting bagi manusia. Kayu pinus merupakan bahan pembuat terpentin. Ginkgo biloba digunakan untuk mengobati panyakit bronkitis dan asma. Kayu damar untuk membuat kertas. Biji melinjo untuk membuat emping dan daun melinjo muda digunakan sebagai sayuran.



1.    Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
Biji tertutup oleh daun buah. Pada tumbuhan ini juga telah memiliki bunga yang sesungguhnya, serta memiliki bentuk dan susunan urat daun yang beranekaragam. Alat perkembangbiakan secara generatif berupa bunga. Berdasarkan jumlah keping biji yang ada, Angiospermae dibadakan menjadi dua kelas, yaitu monokotil dan dikotil.
a.       Monokotil
Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang hanya memiliki satu keping atau daun biji. Tumbuhan ini memiliki perakaran serabut dan secara umum tumbuhan ini tidak bercabang. Daun memiliki tulang daun sejajar ataupun melengkung. Bagian-bagian bunga berjumlah kelipatan tiga. Secara anatomi, baik pada batang ataupun akar tidak ada kambium. Berkas pembuluh angkut tersebar tidak teratur.

Berikut ini adalah famili-famili kelas dari tumbuhan monokotil :
1)      Liliaceae, contohnya kembang sungsang
2)      Poaceae atau Gramineae, contohnya padi, alang-alang, dan jagung
3)      Zingiberaceae,contohnya jahe, lengkuas, dan kencur
4)      Musaceae,contohnya pisang
5)      Orchidaceae, contohnya anggrek
6)      Arecaceae, contohnya kelapa, palem, dan aren

b.      Dikotil
Tumbuhan Dikotil adalah tumbuhan yang memiliki dua keping atau daun biji. Batangnya bercabang dan memiliki sistem perakaran tungggang. Tumbuhan dikotil memiliki sistem tulang daun menyirip atau menjari. Berkas pembuluh angkut xilem dan floem tersusun teratur dalam satu lingkaran.

Berikut adalah beberapa famili tumbuhan dikotil.
1)      Euphorbiaceae , contohnya karet
2)      Moraceae, contohnya beringin
3)      Papilionaceae, contohnya kacang tanah
4)      Labiatae, contohnya kentang
5)      Verbenaceae, contohnya jati
6)      Myrtaceae, contohnya cegkih

Angiospermae memiliki manfaat, diantaranya sebagai berikut :
a.       Sumber karbohidrat, seperti padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), dan singkong(Manihot utilissima)
b.      Sebagai bahan bangunan, seperti angsana (Pterocarpus indicus)
c.       Bintil-bintil pada akar kacang-kacangan menjadi tempat hidup bakteri Rhizobium radicula.
d.      Bahan baku pembuatan ban, seperti karet (Hevea brasiliensis)
e.       Sebagai bahan sandang, seperti kapas (Gssypium sp.) dan rami (Boehmaria sp.)
f.       Sebagai bahan obat-obatan, seperti kina (Chinchona sp.)



Latihan soal
I.     Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang paling benar!
1.        Generasi gametofit pada tumbuhan lumut adalah….
a.       Protalium                                            d.  Sporagonium
b.      Sporangium                                        e.  Tumbuhan Lumut
c.       Zigot
2.        Spora tumbuhan lumut yang jatuh pada tempat yang sesuai akan tumbuh membentuk…..
a.       Sporofit                                              d.  Protonema
b.      Sporogonium                                      e.  Protalium
c.       Tumbuhan lumut
3.        Berikut yang bukan merupakan kelas dari subdivisi Gymnospermae adalah….
a.       Pinaceae                                            d.  Coniferae
b.      Cycadinae                                          e.  Ginkgoinae
c.       Gnetinae
4.        Selaginella disebut paku heterospora karena….
a.      Menghasilkan spora yang sama
b.      Menghasilkan spora yang berbeda
c.       Menghasilkan spora yang berbeda jenis
d.      Menghasilkan gamet yang sama
e.       Menghasilkan gamet yang berbeda
5.        Anteridium dan arkegonium tumbuhan paku dapat ditemukan pada….
a.       Indusium                                            d.  Daun sebelah bawah
b.      Protalium                                            e.  Zigot
c.       Tubuh tumbuhan paku
6.        Gymnospermae dan Angiospermae sama-sama memiliki hal-hal berikut ini kecuali….
a.       Biji                                                     d.  Ovarium
b.      Serbuk sari                                         e.  Bakal biji
c.       Jaringan pembuluh
7.        Di dalam daur hidup paku, tumbuhan paku dewasa merupakan….
a.       Protalium                                            d.  Tropofil
b.      Sporofil                                              e.  Sporofit
c.       Gametangium




8.        Bagian alat reproduksi jantan pada Angiospermae adalah….
a.       Stamen                                               d.  Sepal
b.      Stilus                                                  e.  Ovulum
c.       Pistilum
9.        Di antara lumut berikut yang hanya berbentuk talus adalah….
a.       Marchantia                                         d.  Bryum
b.      Polytrichum                                        e.  Anthoceros
c.       Sphagnum
10.    Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan kosmopolit, sebab….
a.       Hidupnya epifit                                 
b.      Hidupnya di tempat yang lembab
c.       Hidupnya dapat dimana saja
d.      Hidupnya di air
e.       Hidupnya parasit di daerah dingin 
11.    Menurut jenis sporanya, tumbuhan paku berikut tergolong paku heterospora adalah…
a.       Adiantum cuneatum                           d.  Equisetum debile
b.      Marsilea crenata                                e.  Lycopodium cernuum
c.       Lycopodium clavatum
12.    Berikut ini yang merupakan contoh tumbuhan dikotil adalah…
a.       Padi, bambu, dan mengkudu
b.      Kelapa, jeruk, dan kedondong
c.       Rumput teki, pisang, dan jahe
d.      Lili, lidah buaya, dan mentimun
e.       Jeruk, mangga, dan asem
13.    Di bawah ini yang tidak termasuk dalam jenis tumbuhan suku Myrtaceae adalah….
a.       Salam                                                             d.  Jambu air
b.      Cengkih                                                          e.  Kayu putih
c.       Pakis haji
14.    Tumbuhan paku yang paling rendah tingkatannya disebut dengan….
a.       Lycopodinae                                                   d.  Hydropteridales                            
b.      Psilophytinae                                                  e.  Equisetinae
c.       Filicinae

II.  Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.    Mengapa tumbuhan melinjo dan pinus dikatakan sebagai tumbuhan berumah dua?
2.    Jelaskan perbedaan antara tumbuhan monokotil dan dikotil dilihat dari anatominya?
3.    Jelaskan ciri-ciri generasi sporofit pada tumbuhan paku?
4.    Tuliskan empat peranan tumbuhan lumut dalam kehidupan?
5.    Bagaimanakah peranan tumbuhan dalam mengurangi dampak pemanasan global?





 


No comments:

Post a Comment