Thursday, 15 March 2018

Petunjuk Evolusi


Ilmu pengetahuan saat ini telah mengumpulkan beragam bukti yang mendukung teori evolusi. Beberapa bukti adanya evolusi pada makhluk hidup adalah sebagai berikut :
1.        Bukti Fosil
Fosil adalah beberapa bagian makhluk hidup yang telah mati sejak zaman dahulu dan berubah menjadi batu. Fosil dapat berupa, rangka, cangkok, biji, serangga, kotoran hewan, DNA dan zat kimia lain, serta jejak daun dan organisme yang hidup jauh di masa lalu. Kebanyakan fosil paling tidak berumur 10.000 tahun.

Catatan fosil merupakan jejak sejarah makhluk hidup yang memungkinkan kita untuk mempelajari sejarah organisme tertentu. Fosil dapat menunjukkan adanya persamaan, perbedaan, dan bentuk-bentuk peralihan dari satu spesies ke spesies lainnya. Bentuk peralihan (transitional link) membantu ilmuwan dalam menyingkapkan hubungan antara satu kelompok makhluk hidup dengan kelompok makhluk hidup lainnya. Misalnya, Archaeopteryx merupakan peralihan antara reptil dengan burung, Eustheopteron adalah ikan yang menyerupai amfibi, Seymouria merupakan reptil yang menyerupai amfibi, dan Therapsida adalah reptil yang menyerupai mamalia.

Catatan fosil terlengkap dapat ditemukan pada sejarah kuda modern Equus. Fosil paling awal dalam silsilah keturunan kuda adalah Hyracotherium. Ciri-ciri hewan tersebut adalah berukuran sebesar seekor anjing besar dan mempunyai gigi taring serta empat jari pada kaki depan dan tiga pada kaki belakang. Tubuhnya merupakan bentuk adaptasi terhadap kehidupan hutan. Makanan utamanya berupa pucuk tumbuhan semak, herba, dan pepohonan. Pada saat hutan digantikan oleh padang rumput, maka terjadi perubahan ciri tubuh, yaitu :
a.       Gigi geraham disesuaikan untuk memakan rumput saja.
b.      Anggota gerak berukuran lebih panjang sehingga mempunyai kemampuan berlari lebih cepat, tetapi kemampuan gerakan berputar berkurang.
c.       Ukuran tubuh bertambah besar.
d.      Kepala bagian depan sampai mata menjadi semakin panjang dan besar
e.       Leher semakin panjang dan luas gerakannya
f.       Pengurangan jumlah jari pada kaki sehingga lebih mampu menahan berat badan dan dapat berlari lebih cepat.

2.        Bukti Perbandingan Anatomi
Jika kita memerhatikan susunan anatomi pada beberapa kelompok hewan, kita akan menemukan adanya kesamaan struktur pada bagian tubuh tertentu. Mislanya, jika kita bandingkan antara sirip depan ikan, tungkai depan katak, buaya, burung, dan manusia, terdapat kesamaan komponen penyusun alat gerak. Alat gerak depan organisme-organisme tersebut tersusun atas tulang lengan atas, tulang telapak tangan, dan tulang jari-jari tangan. Hanya saja, masing-masing jenis tulang pada setiap hewan tersebut umumnya berbeda dalam hal ukuran.

Adanya kesamaan struktur dari berbagai jenis hewan menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara mereka. Diduga bahwa hewan-hewan tersebut berasal dari nenek moyang yang sama. Perbedaan bentuk dan ukuran pada struktur organ tertentu muncul karena bertujuan untuk menyesuaikan fungsi terhadap kondisi habitat yeng berbeda-beda. Kita dapat melihat bahwa tangan pada manusia akan berbeda fungsi dengan sayap pada burung. Demikian juga halnya perbedaan sirip depan ikan dengan tungkai depan kadal. Struktur dasar beberapa organ yang sama, tetapi mempunyai fungsi yang berbeda disebut Homologi. Contoh homologi juga dapat kita temukan pada sistem sirkulasi dan urogenital vertebrata.

Kebalikan dari Homologi adalah Analogi, yaitu beberapa organ yang mempunyai fungsi sama tanpa mempertimbangkan struktur dasarnya sama atau tidak. Contohnya, analogi antara sayap kupu-kupu dengan sayap burung.

3.        Bukti Perbandingan Embriologi
Berkaitan dengan perkembangan embrio, seorang ilmuwan Jerman bernama Von Baer (1792-1876) mengatakan hal-hal berikut :
a.       Sifat-sifat umum muncul sebelum sifat-sifat khusus
b.      Perkembangan dimulai dari yang umum sekali, kurang umum, dan akhirnya ke sifat-sifat yang khusus
c.       Hewan yang satu memisah secara progresif dari hewan lainnya
d.      Beberapa hewan mempunyai bentuk embrio serupa, tetapi bentuk dewasanya berbeda.

Ilmuwan jerman lainnya, yaitu Ernest Haeckel (1834-1919), mengatakan bahwa Ontogeni merupakan peristiwa rekapitulasi (ulangan yang dipersingkat) dari Filogeni. Ontogeni merupakan proses perkembangan makhluk hidup mulai dari zigot sampai dewasa, sedangkan Filogeni adalah perkembangan makhluk hidup mulai dari makhluk hidup tingkat rendah sampai makhluk hidup tingkat tinggi.

4.        Bukti Biogeografi
Persebaran geografi organisme menunjukkan banyak keanehan yang dapat dijelaskan dengan baik sebagai hasil proses evolusi. Para ahli biologi telah mengungkapkan banyak kenyataan yang menimbulkan teka-teki mengenai kehadiran atau ketidakhadiran spesies tertentu pada berbagai benua dan kepulauan.

5.        Bukti Perbandingan Biokimia

6.        Bukti Alat Tubuh yang Tersisa
Alat tubuh yang tersisa merupakan alat tubuh yang sudah tidak berfungsi lagi, biasanya mengalami penyusutan ukuran. Alat tubuh yang tersisa dianggap sebagai bukti bahwa makhluk hidup telah berevolusi. Asumsi yang digunakan adalah pada mulanya organ-organ tubuh tersebut berukuran lebih besar dan mempunyai fungsi tertentu. Terjadinya perubahan fungsi organ menyebabkan perubahan pada organ-organ tertentu sehingga menjadi tidak berfungsi kembali seperti semula dan ukurannya mengecil.

Organ-organ yang tersisa dapat ditemukan pada manusia, antara lain umbai cacing, tulang ekor, rambut pada dada, otot penggerak telinga, selaput mata pada sudut mata bagian dalam, buah dada pada laki-laki dan gigi taring.  

Mengapa kita kesemutan?



Mengapa kita kadang-kadang merasakan kesemutan, terutama pada lengan dan kaki? Apa yang sesungguhnya terjadi pada tubuh kita sehingga menyebabkan hal ini?
Jawab :
1.    Kesemutan, atau yang disebut paraesthesia, dapat disebabkan oleh sejumlah hal. Penyebab yang paling umum adalah adanya kompresi (pemberian tekanan yang tinggi) langsung dari saraf sensori sehingga menghambat kemampuan untuk mengirim informasi sensori ke otak. Hal ini sering terjadi ketika sebuah saraf bergerak mendekati permukaan tubuh dan di atas tulang. Contohnya, kompresi dari saraf ulnar ketika melewati sikut sehingga menyebabkan semutan di tangan. Inilah sebabnya mengapa orang yang bangkit dari posisi tertentu merasa kesemutan. Sebab, mereka telah mengkompresi saraf peripheral dengan cara berbaring di atasnya.

Hal yang tidak biasa  adalah bahwa tingkat kalsium plasma abnormal dapat menyebabkan kesemutan, juga dengan cara memengaruhi fungsi saraf sensori. Kalsium rendah, kadang terjadi setelah menjalani operasi tiroid yang secara klasikal menyebabkan kesemutan pada tangan. Hal ini menyebabkan darah lebih bersifat alkali sehingga mendorong kalsium ke dalam sel dan menurunkan plasma kalsium. Kesemutan pada kaki adalah tanda dari rusaknya saraf yang disebabkan oleh diabetes yang tak terkontrol dengan baik.

Penyebab lain kesemutan yang cukup mengerikan yang mencakup kondisi neurologis adalah stroke dan sklerosis ganda. Jadi, jawaban singkatnya adalah bahwa kesemutan disebabkan oleh sejumlah faktor yang mengganggu fungsi saraf sensoris.

2.    Paraesthesia menjelaskan sejumlah sensasi abnormal, termasuk kesemutan. Paraesthesia sementara adalah sensasi sementara rasa geli, tertusuk-tusuk, atau kebas pada kulit dan tidak memiliki efek jangka panjang.

Pada umumnya, kesemutan dirasakan pada kaki dan tangan yang biasanya disebabkan oleh kurangnya suplai darah atau oleh tekanan yang terjadi pada saraf superfisial.contohnya, bila Anda berlutut atau bersila, berat tubuh Anda cenderung membatasi suplai darah pada bagian tubuh bawah. Akibatnya, saraf menjadi kekurangan darah dan mulai mengirim sinyal tidak biasa ke otak. Hal ini dipersepsi sebagai sensasi geli atau kesemutan pada telapak dan tungkai kaki. Bagitu Anda bergerak dan mengubah posisi, kompresi saraf kembali lepas dan kesemutan pun berangsur menghilang.

Paraesthesia bisa juga bersifat kronis. Sirkulasi yang tidak baik umum terjadi pada orang yang telah lanjut usia. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kondisi seperti atherosclerosis atau penyakit vaskuler peripheral. Tanpa suplai darah yang cukup dan nutrisi yang baik, sel saraf tidak dapat berfungsi dengan normal. Inilah sebabnya mengapa paraesthesia dapat menjadi gejala adanya malnutrisi, dan juga gangguan metabolis seperti diabetes dan hipotiroid.

Selain itu, peradangan pada jaringan dapat mengganggu saraf yang bekerja di dalamnya, yang juga menyebabkan paraesthesia. Kasus ini terjadi pada kondisi seperti sindrom carpal tunnel (rasa sakit dan lemah pada pergelangan tangan) dan rheumatoid arthritis. Paraesthesia yang kronis kadang dapat merupakan gejala dari gangguan neurologis, seperti penyakit neuron motor atau sklerosis ganda.

Apakah ikan merasa haus?



Ya, tentu saja, paling tidak sebagian dari ikan mengalaminya, asalkan kita menyingkirkan dahulu perasaan subjektif manusia tentang “haus”. Ada juga perbedaan substansial antar ikan laut dan ikan air tawar, dan kita perlu juga mempertimbangkan kemungkinan adanya ikan hiu yang merasa haus.

Ikan bertulang, dikenal sebagai teleosts, memiliki konsentrasi garam di dalam tubuhnya yang tidak terlalu berbeda secara dramatis dari hewan bertulang belakang yang hidup di darat. Ini berarti bahwa teleosts (ikan bertulang) dari laut atau ikan laut hidup di dalam lingkungan dengan konsentrasi garam yang jauh lebih tinggi daripada yang ada di dalam darah mereka. Kerabat mereka di air tawar ada dalam posisi yang berlawanan.

Air cenderung bergerak bersama ketinggian konsentrasi melalui membran biologis yang tertembus air seperti membran yang melindungi kebanyakan organisme dari lingkungan mereka (proses yang dikenal sebagai osmosis). Oleh karena itu, ikan laut, yang memiliki konsentrasi garam rendah dibandingkan dengan kadar air laut, akan secara konstan merembeskan air melalui dinding tubuh mereka, khususnya melalui rongga insang yang tipis dan mudah ditembus. Untuk mengganti kehilangan air ini, ikan laut harus minum, sehingga akan mudah untuk berdebat bahwa mereka dapat merasa haus. Garam yang berlebih yang mereka telan dengan meminum air laut dikeluarkan oleh sel khusus yang berada di dalam insang.

Disisi lain, ikan air tawar, tidak mungkin merasa haus. Karena hidup di dalam lingkungan yang lebih larut, mereka memiliki masalah yang berlawanan, yaitu air masuk ke dalam  dan melarutkan darah mereka. Oleh karena itu, ikan air tawar harus mengeluarkan  air yang berlebih, yang mereka lakukan dengan cara yang sama dengan yang kita lakukan, melalui air seni yang larut.

Jadi, kita kini mengetahui bahwa ikan laut dapat merasa haus dan minum, sementara ikan air tawar menghindari minum dan banyak buang air kecil. Akhirnya, ikan hiu, ikan hiu kecil (dogfish), ikan pari, yang bertulang rawan dan bukan bertulang keras dan disebut elasmobranch, adalah juga ikan laut (dengan sedikit pengecualian pada ikan air tawar di Amerika Tengah dan Selatan). Walaupun konsentrasi garam anorganik dalam darah mereka tidaklah berbeda secara dramatis dari ikan laut bertulang, mereka memiliki sedikit ketinggian osmotik atau tidak sama sekali antara darah dan air laut. Ini karena mereka mempertahankan molekul organik, yang utama adalah urea (carbamide) dan trimethylamine oxide (TMAO). Dengan demikian, ikan hiu yang cerdik menghindari aliran air osmotik dari permukaan tubuh mereka, dan tidak akan merasa terlalu haus.  

Sunday, 4 March 2018

Ideologi Negara Indonesia



PANCASILA
A.      PENGERTIAN PANCASILA
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Pancasila berasal dari bahasa sanksekerta, yaitu Panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dari pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
1.      Pengertian Pancasila Secara Etimologi
Ø Bahasa Sansekerta India
Secara etimologis, istilah “Pancasila” berasal dari Sanksekerta dari India (bahasa kasta Brahmana) :
Ø Panca” artinya “lima”
Ø syila” vokal i  pendek artinya “batu sendi”, “alas”, atau “dasar”
Ø Syila” vokal i panjang artinya “peraturan tingkah laku yang baik, yang penting atau yang senonoh”.
-     Berbatu sendi 5
-     Dasar yang memiliki 5 unsur
Ø Kitab Tripitaka
Ø Sutha Pitaka
Ø Abhidama Pitaka
Ø Vinaya Pitaka
Ø Five Moral Principle, menurut Budha :
Ø Panatipada veramani sikhapadam samadiyani : jangan membunuh
Ø Dinna dana veramani sikhapadam samadiyani : jangan mencuri
Ø Kameshu micchacara veramani sikhapadam samadiyani : jangan berzina
Ø Musawada veramani sikhapadam samadiyani : jangan berbohong
Ø Surya meraya masjja pamada tikana veramani : jangan mabuk
Ø Syair pujian Empu Prapanca, sarga 53 bait ke-2, yang berbunyi sebagai berikut. ‘Yatnaggegwani Pancasyiila Kertasangkarbhisekaka krama’ berarti lima pantangan berupa :
Ø Mateni : Membunuh
Ø Maling : Mencuri
Ø Madon : Berzina
Ø Mabok : Mabuk
Ø Main : Berjudi

2.      Pengertian Pancasila Secara Historis
a.       Mr. Muhammad Yamin (29 Mei 1945)
1.      Peri Kebangsaan
2.      Peri Kemanusiaan
3.      Peri Ketuhanan
4.      Peri Kerakyatan
5.      Kesejahteraan Rakyat
Yang kemudian disusulkan secara tertulis :
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Kebangsaan Persatuan Indonesia
3.      Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

b.      Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
1.      Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia
2.      Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3.      Mufakat atau Demokrasi
4.      Kesejahteraan Sosial
5.      Ketuhanan yang Berkebudayaan
Oleh Ir. Soekarno kelima asas tersebut diberi nama dengan ‘Pancasila’. Inilah awal terbentuknya dasar negara Pancasila. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahir istilah ‘Pancasila’.

c.       Piagam Jakarta (22 Juni 1945)
1.      Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

3.      Pengertian Pancasila Secara Terminologis
·      Bagian UUD 1945
Untuk melengkapi alat-alat kelengkapan negara sebagimana lazimnya negara-negara yang merdeka maka Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) segera mengadakan sidang. Dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945, PPKI telah berhasil mengesahkan UUD negara Republik Indonesia yang dikenal dengan UUD 1945. Adapun UUD 1945 tersebut terdiri atas dua bagian, yaitu Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal UUD 1945 yang berisi37 pasal, 1 aturan Peralihan yang terdiri atas 4 pasal, dan 1 aturan Tambahan terdiri atas 2 ayat.
Dalam bagian Pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas empat alinea tersebut tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

·      Konstitusi RIS (berlaku sejak 29 Desember 1949 s/d 17 Agustus 1950)
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Peri Kemanusiaan
3.      Kebangsaan
4.      Kerakyatan
5.      Keadilan Sosial

·      UUDS 1950 (berlaku sejak 17 Agustus 1950 s/d 5 Juli 1959)
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Peri Kemanusiaan
3.      Kebangsaan
4.      Kerakyatan
5.      Keadilan Sosial
·      Kalangan Masyarakat
1.         Ketuhanan Yang Maha Esa
2.         Peri Kemanusiaan
3.         Kebangsaan
4.         Kedaulatan Rakyat
5.         Keadilan Sosial
 Dari berbagai macam rumusan Pancasila di atas yang sah dan benar secara konstitusional adalah rumusan Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Hal ini diperkuat dalam ketetapan MPR XX/MPRS/1966 dan INPRES No. 12, 13 April 1968 menegaskan : Pengucapan, penulisan, dan rumusan Pancasila yang sah dan benar adalah PEMBUKAAN UUD 1945.

B.       SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
·      Pada 8 Maret 1942 penjajahan Belanda berakhir, dan sejak saat itu Indonesia diduduki oleh Jepang
·      Mulai tahun 1944,merupakan masa suram Jepang, yakni tentara Jepang mulai kalah dalam melawan tentara sekutu
·      Perdana Menteri Kaiso pad a tanggal 7 September 1944, Jepang memberikan janji kemerdekaan kelak pada kemudian hari, hal ini untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentaraSekutu
·      Pada 8 September 1944, bendera dan lagu kebangsaan boleh disejajarkan
·      Pada 1 Maret 1945, Pemerintah militer Jepang di Jawa di bawah pimpinan Indonesia Saiko Shikikan (Panglima Tertinggi), Harada Kumakichi mengumumkan pembentukan suatu badan bernama Dokuritsu Junbi Cosakai (BPUPKI). Karena terus-menerus terdesak maka pada tanggal 29 April 1945, bertepatan dengan ulang tahun Kaisar Jepang maka Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawadan Madura). Dalam maklumat itu, sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia.
·      Pada 28 Mei 1945, pelantikan oleh Letjen Harada Kumakichi dengan K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua dan 60 anggotanya
·      BPUPKI melaksanakan sidang dua kali, yaitu sidang pertama pada 29 Mei- 1 Juni 1945 dan sidang kedua pada 10-17 Juli 1945.
·      Dalam sidang BPUPKI pertama, dr, Radjiman Wedyodiningrat, mengajukan suatu masalah yang khusus akan dibahas pada sidang tersebut. Masalah tersebut adalah calon rumusan dasar Negara yang akan dibentuk, kemudian terpilih pada sidang tersebut 3 orang pembicara, yaitu Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno
·      Pada tanggal 29 Mei 1945, Mohammad Yamin mengemukakan pemikiran tentang dasar Negara yang berisikan 5 asas dasar Negara Indonesia, yaitu :
1.      Peri Kebangsaan
2.      Peri Kemanusiaan
3.      Peri Ketuhanan
4.      Peri Kerakyatan
5.      Kesejahteraan Rakyat
Setelah berpidato, beliau juga mengajukan usul secara tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia yang juga terdiri atas lima hal, yaitu
1.    Ketuhanan Yang Maha Esa
2.    Persatuan Indonesia
3.    Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4.    Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dan Permusyawaratan /Perwakilan
5.    Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
·      Pada 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo mengemukakan dasar Negara:
1.      Persatuan
2.      Kekeluargaan
3.      Keseimbangan Lahir dan Batin
4.      Musyawarah
5.      Keadilan Rakyat
·      Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan pidatonya di hadapan sidang BPUPKI. Dalam sidang tersebut, Soekarno mengajukan usul mengenai calon dasar Negara yang terdiri atas lima hal, yaitu :
1.      Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
2.      Internasionalisme (Perikemanusiaan)
3.      Mufakat atau Demokrasi
4.      Kesejahteraan Sosial
5.      Ketuhanan yang Berkebudayaan
Untuk usulan tentang rumusan dasar Negara tersebut, beliau memberikan usul agar diberi nama Pancasila, yang kemudian usul mengenai nama Pncasila tersebut diterima oleh sidang BPUPKI. Kemudian, Soekarno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi “Trisila”, yaitu :
1.      Sosio Nasionalisme
2.      Sosio Demokrasi
3.      Ketuhanan
Adapun “Trisila” tersebut dapat diperas lagi menjadi “Ekasila”, yaitu Gotong Royong.
·      Rumusan Soekarno tentang Pancasila, kemudian digodok melalui Panitia Delapan yang dibentuk oleh ketua sidang BPUPKI. Panitia Delapan juga menampung usul-usul yang masuk lainnya dan memriksanya dan melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Anggota Panitia Delapan, yaitu:
1.      Ir. Soekarno
2.      Ki Bagus Hadikusumo
3.      K.H. Wachid Hasyim
4.      Mr. Muh. Yamin
5.      M. Sutardjo Kartohadikusumo
6.      Mr. A.A. Maramis
7.      R. Otto Iskandar Dinata
8.      Drs. Muh. Hatta
·      Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan  rapat gabungan antara Panitia Kecil dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta, dan menghasilkan:
1.      Supaya selekas-lekasnya Indonesia Merdeka
2.      Supaya Hukum Dasar yang akan dirancang diberi Preambule
3.      Supaya BPUPKI terus bekerja sampai terwujud suatu Hukum Dasar
4.      Membentuk Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara/ Mukadimah Hukum Dasar. (Panitia Sembilan yang diketuai oleh Ir. Soekarno)
Panitia Sembilan (Dokuritsu Zyunbi Tioosakay) terdiri atas :
1.      Ir. Soekarno
2.      Drs. Muh. Hatta
3.      Mr. A.A. Maramis
4.      K.H. Wachid Hasyim
5.      Abdul Kahar Muzakkir
6.      Abikusno Cokrosuryo
7.      H. Agus Salim
8.      Mr. Ahmad Subardjo
9.      Mr. Muh. Yamin
Kemudian Panitia Sembilan ini pada tanggal itu juga, 22 juni 1945, bertempat di Pegangsaan Timur 56 Jakarta, melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian lebih dikenal dengan “Piagam Jakarta”. Adapun rumus Pancasila sebagaimana termuat dalam Piagam Jakarta adalah sebagai berikut :
1.      Katuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
·      Dalam sidang BPUPKI kedua, tanggal 10-17 Juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar.
·      Pada 11 Juli 1945, membentuk tiga Panitia Kecil, yaitu :
1.      Panitia Perancang UUD
2.      Panitia Perancang Ekonomi dan Keuangan
3.      Panitia Perancang Pembela Tanah Air
·      Pada 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan dan akan dibentuk Dokuritsu Junbi Inkai (PPKI)
·      Pada 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu
·      Pada 17 Agustus 1945, Proklamasi kemerdekaan Indonesia
·      Pad a 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan sidang, dengan acara utama :
1.      Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945
Sebelum disahkan, terdapat perubahan dalam UUD 1945, yaitu :
a.       Kata Mukadimah diganti dengan kata Pembukaan
b.      Pada pembukaan alinea keempat anak kalimat Ketuhanan, dengan menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya diganti dengan Ketuhanan yang Maha Esa
c.       Pada pasal 6 Ayat (1) yang semula berbunyi Presiden ialah orang Indonesia Asli dan beragama Islam diganti menjadi Presiden ialah orang Indonesia Asli
2.      Memilih Presiden dan Wakil Presiden Perama
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan secara aklamasi atas usul dari Otto Iskandardinata dan mengusulkan agar Ir. Soekarno menjadi Presiden dan Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden. Usul ini diterima oleh seluruh nggota PPKI.
3.      Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia Pusat sebagai musyawarah darurat.