Monday, 22 January 2018

ARTHROPODA



Klasifikasi Crustacea Berdasarkan Ukuran Tubuhnya

Crustacea dikelompokkan sebagai berikut
1)   Entomostraca (udang tingkat rendah)
Hewan ini dikelompokkan menjadi empat ordo, yaitu:
    a) Branchiopoda
    b) Ostracoda
    c) Copecoda
    d) Cirripedia

2)    Malakostraca (udang tingkat tinggi)
Hewan ini dikelompokkan dalam tiga ordo, yaitu:
a)    Isopoda
b)   Stomatopoda
c)    Decapoda

1)   Entomostraca umumnya merupakan penyusun zooplankton, melayang-layang di dalam air dan merupakan makanan ikan. Adapun pembagian ordo yang termasuk Entomostraca antara lain
a)    Branchiopoda
Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus.
Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu penyusun zooplankton. Pembiakan berlangsung secara parthenogenesis.
b)   Ostracoda
Contoh: Cypris candida, Codona suburdana.
Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena.
c)    Copepoda
Contoh: Argulus indicus, Cyclops.
Hidup di air laut dan air tawar, dan EntomostracaEntomostraca (udang tingkat rendah) Kelompok merupakan plankton dan parasit, segmentasi tubuhnya jelas.
d)   Cirripedia
Contoh: Lepas atau Bernakel, Sacculina.
Tubuh dengan kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup di laut melekat pada batu atau benda lain. Cirripedia ada yang bersifat parasit. Cara hidup Cirripedia beraneka ragam.

2)   Malakostraca (udang tingkat tinggi)
Hewan ini kebanyakan hidup di laut, adapula yang hidup di air tawar.  Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan dada yang bersatu serta perut (abdomen). Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo, yaitu Isopoda, Stomatopoda dan Decapoda.
a.    Isopoda
Tubuh pipih, dorsiventral, berkaki sama.
Contoh:
Onicus asellus (kutu perahu)
Limnoria lignorum
Keduanya adalah pengerek kayu.
b.    Stomatopoda
Contoh: Squilla empusa (udang belalang).
Hidup di laut, bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang mencolok. Belakang kepala mempunyai karapaks. Kepala dilengkapi dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak, mata dan antena.
  
c.    Decapoda (si kaki sepuluh)
Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya bagi manusia.Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan.

2. Arachnida

Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak. Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan dan tumbuhan. Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator.
Ciri-ciri Arachnida
a.    Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat dibedakan dengan jelas, kecuali Acarina.
b.    Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpu
c.    Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.
Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal.
3)      Alat pernafasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku.
4)      Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian anterior abdomen, pembuahan internal (di dalam).
5)      Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-pasangan ganglia.
6)      Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk mengisap serta memiliki kelenjar racun.
7)      Habitat (tempat hidup) di darat, pada umumnya tetapi ada pula sebagai parasit.
a.    Scorpionida
Contohnya:
– Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp)
– Ketonggeng (Buthus)
Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri.

b.    Arachnoida
Contohnya adalah segala macam laba-laba, antara lain :
- Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan)
- Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)
- Laba-laba penjerat (di Malaysia)
- Laba-laba pemburu (di Meksiko)

c.    Aracina
contohnya:
– Caplak kudis (Sacroptes scabiei)
– Caplak unggas (Dermanyssus)
– Caplak sapi (Boophilus annulatus)
– Tungau (Dermacentor sp.)
Ciri khas yang terdapat pada tubuh hewan ini adalah tubuh tidak berbuku- buku umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia. Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya:
a.       Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia
b.      Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, kuda.
c.       Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing.

3. Myriapoda

Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki. Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut). Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah, misal kebun dan di bawah batu-batuan.

Ciri-ciri Myriapoda :
a.    Tubuh bersegmen (beruas) tidak mempunyai dada jadi hanya kepala dan perut.
b.    Pada setiap ruas perut terdapat satu pasang atau 2 pasang kaki.
c.    Pada kepala terdapat 2 kelopak mata tunggal (ocellus), 1 pasang antena dan alat mulut.
d.     Susunan saraf tangga tali.

Klasifikasi (penggolongan Myriapoda)
Dalam penggolongannya Myriapoda merupakan gabungan dari dua kelas, yakni:
1.    Kelas Chilopoda
Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans
Ciri-cirinya Chilopoda
a.       Tubuh agak gepeng terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 – 173 ruas).
b.      Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya.
c.       Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya.
d.      Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut.
e.       Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.


2.    Kelas Diplopoda
Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis)
Tubuh mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal.žHidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk.Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

3.      Insecta

Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo.
Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya

Ciri-ciri Insecta, antara lain:
a.    Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut. Kepala dengan: Satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat peraba.
b.    Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap, menjilat dan menggigit.
Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium)
c.    Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax,mesothorax dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki. Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya yakni:
1.    kaki untuk menggali (anjing tanah)
2.    kaki untuk meloncat (belalang)
3.    kaki untuk berenang (kumbang air)
4.    kaki untuk pengumpul serbuk sari
5.    kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
6.    kaki untuk memegang (belalang sembah)

Kelas Insecta dibagi menjadi 2 subkelas, yaitu :
a.       Subkelas Apterygota 
b.      Subkelas Pterygota.

Dasar pembagian ini adalah ada tidaknya sayap. Subkelas Apterygota merupakan serangga yang tidak bersayap, terdiri atas 4 ordo yaitu : Protura, Thysanura, Diplura, dan Collembola. Ordo-ordo tersebut merupakan kelompok serangga yang tidak mengalami metamorfosis (Ametabola), contohnya adalah kutu buku (Lepisma sp.)
 

1.      Kelas Pterygota
Berdasarkan tipe mulutnya, anggota Pterygota terbagi menjadi beberapa tipe, yaitu :
a.    Tipe mulut penjilat dijumpai pada Ordo Diptera, misalnya lalat (Musca sp.).



b.    Tipe mulut pengisap dijumpai pada Ordo Lepidoptera, misalnya Attacus sp. 
 
c.    Tipe mulut penggigit-pengisap dijumpai pada Ordo Hymenoptera, misalnya lebah madu (Apis mellifera). 
 

d.      Adapun tipe mulut penggigit-pengunyah dijumpai pada Ordo Orthoptera, misalnya belalang (Valanga sp.).