Sunday, 28 January 2018

SISTEM PEREDARAN DARAH

Sistem peredaran Darah
Dalam struktur sistem peredaran darah manusia, alat peredaran darah manusia yang sangat penting adalah jantung, darah, dan pembuluh darah.
1.        Jantung
Jantung merupakan salah satu komponen terpenting dalam sistem peredaran darah manusia. Fungsi jantung adalah memompa darah kaya oksigen ke seluruh organ tubuh dan darah miskin oksigen ke paru-paru. Jantung yang memiliki berat 300 gram merupakan sebuah otot tunggal. Otot yang berada di dalam jantung juga memiliki lapisan – lapisan, lapisan yang berada di otot yaitu : lapisan endothelium, dan dinding jantung terdiri dari:
·      Endokardium
·      Miokardium
·      Epikardium
Posisi jantung dalam rongga torakik dilindungi oleh tulang dada, dan hampir diselubungi sepenuhnya oleh paru-paru, yang dibatasi oleh sebuah selaput ganda perikardium, dan tertempel di diafragma. Selaput pertama perikardium (lamina viserlais) menempel pada jantung. Selaput keduanya (lamina panistalis), yang menghadap ke luar, berair dan lebih longgar, yang dapat meminimalisir gesekan antara organ yang berdekatan akibat gerakan memompa jantung.
Jantung dikelilingi oleh banyak pembuluh darah. Jantung memiliki empat bagian, yaitu serambi kanan (atrium kanan), bilik kanan (ventrikel kanan) dan serambi kiri (atrium kiri), bilik kiri(ventrikel kiri). Antara atrium dan ventrikel jantung terdapat katup atrioventikuler untuk mencegah darah pada aorta dan arteri pulmonalis masuk lagi ke ventrikel saat diastole.

Cara Kerja Jantung
Jantung adalah mesin pompa tubuh. Ia adalah organ kedua yang selalu diutamakan untuk diberi aliran darah pada kondisi shock, setelah otak. Jantung sendiri memiliki cara kerja yang cukup unik. Cara kerja jantung tak hanya bergantung pada inervasi dari sistem saraf pusat, organ jantung juga memiliki inervasi sendiri. Namanya bioelektrisitas otot jantung. Otot jantung memang dikaruniai sifat tersendiri yang mirip dengan sistem saraf.
Jantung juga memiliki mesin pacu sendiri, yaitu SA node dan AV node. Kedua mesin pacu ini memiliki efek threeshold effeck. Di mana ketika satu bekerja dan berkontraksi, maka akan memicu seluruh ruang jantung yang lain untuk berkontraksi. Baca pula:
Sesungguhnya jantung memiliki apa yang dinamakan vasa privata dan vasa publica. Berikut adalah penjelasan mengenai peredaran darah jantung :
a.  Vasa Privata
Seperti namanya ‘privat’, jalur vasa (pembuluh darah) ini adalah jalur untuk menutrisi organ jantung sendiri. Jadi untuk nutrisi tubuhnya, jantung tidak mengambil darah dari sistem peredaran darah.
Vasa privata jantung dimulai dari arcus aorta yang memberi cabang arteri coronaria dextra ke kanab dan arteri coronaria sinistra ke kiri. Arteri coronaria dextra memiliki enam cabang sementara arteri coronaria sinistra memiliki empat cabang.





anatomi permukaan jantung
Cabang arteri coronaria dextra:          
Cabang arteri coronaria sinistra:
1.         Coni arteriosa
2.         SA node
3.         AV node
4.         Marginal dextra
5.         Interventricular posterior
6.         Transversus    
1.         SA node
2.         AV node
3.         Circumflex
4.         Interventricular posterior

Selain kedua arteri utama tersebut, di sulcus atrioventricular jantung juga terdapat sebuah sinus yang disebut sinus coronarius. Sinus coronarius melingkari jantung secara transversal. Sinys coronarius juga merupakan muara dari lima buah vena sebagai berikut:
       Vena cordis magna: berjalan di sulcus interventricular anterior (sisi depan).
       Vena cordis media: berjalan di sulcus interventricular posterior (sisi belakang).
       Vena cordis parva: berjalan di dinding dorsal sulcus coronarius (sisi belakang berjalan arah transversal).
       Vena cordis posterior ventriculi sinistri: berjalan di dinding dorsal (sisi belakang) ventrikel kiri.
       Vena cordis oblique marshalli: berjalan di dinding dorsal (sisi belakang) atrium kiri.

Sementara itu ada pula dua buah vena lainnya yang bermuara di ruangan jantung yang lain. Kedua buah vena tersebut adalah:
       Venae cordis anterior: terletak pada dinding depan (ventral) ventrikel kanan dan bermuara di atrium kanan jantung.
       Venae cordis minimae thebesii: vena yang bermuara pada seluruh ruang di jantung dengan melalui foramen venarum minimarum.

b.  Vasa Publica
Setelah mengetahui tentang vasa privata, kini saatnya kita mempelajari vasa publica. Publica berarti untuk umum. Vasa publica menjalankan fungsional dari jantung. Ia meliputi delapan pembuluh darah besar yang bermuara pada jantung. Delapan pembukuh darah itu adalah aorta, vena cava superior, vena cava inferior, arteri pulmonalis, dan empat buah vena pulmonalis.
Vasa publica inilah yang berperan dalam sistem peredaran darah dalam tubuh manusia. Jalur sistem peredaran darah dibagi menjadi dua, yaitu peredaran pulmonik dan peredaran sistemik.



2.        Pembuluh Darah
Pembuluh darah adalah salah satu bagian dari sistem sirkulasi pada tubuh untuk membawa darah dari jantung yang terikat dengan oksigen ke organ tubuh, serta mengembalikan kembali darah yang telah dipakai dan terikat dengan karbon dioksida ke jantung untuk diambil lagi oksigen di paru-paru.

a.         JENIS – JENIS PEMBULUH DARAH
1.         Arteri
Arteri adalah pembuluh darah yang meninggalkan jantung. Fungsi dari arteri adalah mendistribusikan darah yang kaya oksigen ke kapiler sehingga dapat memperdarahi organ-organ tubuh. Darah meninggalkan jantung dari aorta menuju ke arteri. Pembuluh darah arteri memiliki dinding yang kuat. Selain itu, dindingnya juga bersifat elastis, sehingga mampu menahan tekanan yang kuat dari jantung, sehingga pembuluh darah arteri tidak mudah robek.

Letak pembuluh arteri agak ke dalam tubuh bila dibandingkan dengan jenis pembuluh darah vena. Hanya di beberapa bagian tertentu yang letaknya agak ke tepi, seperti di leher, pergelangan tangan, dan pelipis.

Pembuluh arteri ikut berdenyut mengikuti denyutan jantung. Aliran darah yang berada di dalam arteri pun sangat cepat, karena berasal langsung dari jantung. Terdapat perbedaan mendasar antara pembuluh arteri dan vena, yaitu jika pembuluh darah vena memiliki banyak katup, maka lain halnya dengan arteri. Pembuluh darah arteri hanya memiliki satu katup di pangkal berbatasan dengan bilik kiri jantung, atau biasa disbeut dengan valvula semilunar.

Seperti yang telah disebutkan di atas, terdapat beberap amacam jenis pembuluh darah di dalam tubuh manusia. Pembuluh darah dibagi ke dalam tiga bagian besar, yaitu :

Pembuluh darah arteri dibedakan lagi menjadi 3 bagian yang memiliki perbedaan pada letak dan ukurannya. Akan tetapi, fungsinya tetap sama. Ke-3 arteri tersebut adalah :
a) Arteri Elastik
Arteri elastik merupakan pembuluh darah arteri yang memiliki ukuran yang besar di tubuh. Contoh arteri-arteri elastik seperti aorta (arteri yang berada di dekat jantung dan menyambut darah langsug dari jantung) dan trunkus pulmonalis (pembuluh arteri yang mengalirkan darah dari bilik kanan jantung), serta cabang-cabang utamanya seperti aorta abdominalis, dan lain-lain
Arteri jenis ini memiliki dinding yang tersusun dari jaringan ikat elastik yang banyak, sehingga ketika arteri ini mampu menahan tekanan yang tinggi dari darah saat dipompa oleh jantung. Sifat elastik yang dimiliki juga sangat membantu dalam melebarkan dan mengerutkan diameter pembuluh di saat-saat tertentu.

b) Arteri Muskular
Sesuai dengan namanya, arteri jenis ini terletak di dekat otot-otot tubuh ataupun dekat dengan organ-organ tubuh. Contohnya adalah arteri radialis, arteri komunis, arteri brachialis, dan lain-lain. Penyusun arteri ini adalah jaringan otot polos.

c) Arteriol
Arteri ini merupakan pipa terakhir dari arteri yang menghubungkan langsung dengan kapiler-kapiler dalam tubuh. Arteri jenis ini memiliki satu sampai dengan lima lapis jaringan otot polos.

2. Vena
Pembuluh vena merupakan pembuluh darah yang bertugas membawa darah yang berasal dari kapiler menuju ke jantung. Pembuluh vena memiliki dinding yang tipis bila dibandingkan dengan arteri, namun tetap memiliki sifat elastis.

Vena yang paling besar yang terletak di dekat jantung disebut dengan vena kafa. Vena kafa sendiri dibagi menjadi dua berdasarkan letak dan fungsinya yang berbeda, yaitu :
a) Vena Kafa Superior, yaitu vena kafa yang membawa darah ke jantung dari bagian tubuh atas
b) Vena Kafa Inferior, yang bertugas membawa darah ke jantung dari bagian tubuh bawah.

Vena terletak di bagian tubuh agak ke tepi. Pembuluh vena tidak memiliki aliran darah secepat arteri, karena vena tidak membawa darah yang berasal langsung dari jantung. Karena tidak mempunyai tekanan yang besar, maka pembuluh vena memiliki banyak katup yang berfungsi mencegah agara aliran darah tidak kembali lagi ke kapiler.
Selain vena kafa, pembuluh vena juga terbagi lagi menjadi :

a) Vena Pulmonalis
Vena pulmonalis merupakan pembuluh vena yang bertugas untuk emmbawa darah segar yang telah terikat dengan oksigen ke dalam jantung. Terdapat dua vena pulmonalis, yaitu vena pulmonalis dextra yang membawa darah dari paru-paru kanan ke jantung, serta vena pulmonalis sinistra yang membawa darah dari paru-paru kiri ke jantung.

b) Vena Cutanea
Cutanea berarti kulit. Sesuai dengan namanya, vena jenis ini berada di bawah kulit, yang biasanya ditusuk saat seseorang diambil darah untuk melakukan cek gula darah, kolesterol dan lain-lain.

c) Deep Vein
Vena ini terletak berdekatan dengan arteri dan tidak tampak dengan mata telanjang jika dilihat dari luar.

d) Venula
Sama halnya seperti arteriol, venula merupakan vena dengan ukuran terkecil dan bertanggung jawab terhadap distribusi darah ke kapiler.

3. Kapiler
Pembuluh kapiler merupakan kelanjutan dari pembuluh arteri yang bertugas untuk mendistribusikan dan memberi makanan berupa darah yang kaya oksigen ke organ-organ tubuh tempat kapiler tersebut berada. Setelah kapiler memberi darah yang kaya oksigen tersebut, maka kapiler juga akan mengambil dan menyerap sampah-sampah sisa metabolism seperti karbon dioksida sehingga dapat dialirkan melalui vena kembali ke jantung.
Terdapat beberapa jenis kapiler di dalam tubuh manusia, yaitu :
a) Vas Capillare Continuum
Jenis kapiler ini adalah kapiler terbanyak yang ada dalam tubuh. Dinding kapiler ini tersusun atas banyak jaringan endotel

b) Vas Capillare Fenestratum
Perbedaan dengan vas capillare continuum terletak pada adanya pori-pori (fenestra) dalam kapiler jenis ini. Biasanya kapiler ini terletak di kelenjar endokrin, usus halus, dan glomerulus ginjal.

c) Vas Capillare Sinusoideum
Biasanya kapiler ini terletak di hati, limpa, dan sumsum tulang. Membrane basalis kapiler ini tidak terbentuk secara sempurna, dan mempunyai diameter yang lebar serta terdapat celah di antara sel endotelnya.

C. FUNGSI PEMBULUH DARAH
Secara umum, pembuluh darah ialah ibarat sebuah pipa panjang yang menyalurkan air ke tempat yang akan dituju. Begitu juga dengan pembuluh darah yang bertugas untuk mengalirkan darah k eorgan-organ di seluruh tubuh. Fungsi pembuluh darah juga dapat dibedakan berdasarkan jenis-jenis dari pembuluh arteri dan vena, yaitu :
Arteri berfungsi untuk mengangkut atau mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, serta mengangkut oksigen ke organ-organ tubuh
Arteriola berfungsi untuk mengangkut darah dari arteri ke kapiler, dan juga sebagai regulator (pengaturan) utama aliran darah dan tekanan darah.
Kapiler berfungsi untuk memasok darah dari arteriola ke organ-organ tubuh, dan membuang sampah hasil metabolism organ tubuh
Venula berfungsi sebagai mengalirkan darah yang kembali dari organ tubuh kembali ke jantung
Vena berfungsi untuk mengangkut darah ke jantung dari venula serta mengangkut darah yang kaya akan karbon dioksida.

D. Perbedaan Arteri dan Vena
E. Struktur Pembuluh Darah
1. Tunika Intima
Tunika intima adalah lapisan paling dalam dari pembuluh darah yang terdiri dari selapis sel endotel yang membatasi permukaan dalam pembuluh. Terdapat lapisan subendotel yang berada dibawah lapisan endotel. Lapisan ini berperan dalam kontraksi pembuluh darah.

2. Tunika Media
Lapisan ini berada di atas tunika intima dan merupakan lapisan tengah dari pembuluh darah. Tunika media tersusun atas serat otot polos yang melingkar. Tunika media dipisahkan oleh membrane lamina elastik interna yang mengandung serat elastik dan berpori, sehingga zat-zat dapat masuk melalui pori tersebut. Sedangkan yang membatasi tunika media dengan tunika adventitia adalah lamina elastik eksterna.

3. Tunika Adventitia
Merupakan lapisan terluar daripada pembuluh darah dan mengandung banyak jaringan ikat kolagen terutama kolagen tipe 1 dan jaringan elastik.

4. Anastomosis Arteriovenosa
Merupakan penyambungan langsung antara arteri dengan vena. Anastomosis arteriovenosa tersebar di seluruh tubuh dan biasanya terdapat di pembuluh-pembuluh kecil, seperti di kuku, jari, dan telinga. Anastomosis ini dipersarafi oleh sistem saraf otonom (simpatis dan parasimpatis). Anastomosis arteriovenosa juga perperan dalam sistem pengaturan suhu (termoregulator).

5. Vasa Vasorum
Vasa Vasorum merupakan pembuluh darah kecil yang memberikan suplai metabolit untuk sel-sel di tunika media dan tunika adventitia pembuluh darah besar, baik arteri maupun vena.



Darah
Bagian-bagian darah :
a.        Plasma
Plasma darah adalah cairan yang berwarna Kuning Jernih, pada plasma darah terkandung 90% air serta larutan bermacam-macam zat sejumlah 7 sampai 10%. zat-zat yang terkandung dalam plasma darah terdiri atas, sari makanan, hormon, enzim, mineral, antibodi serta zat-zat sisa (contohnya karbon dioksida dan sisa pembongkaran protein). sisa makanan tersebut di serap oleh usus halus. Mineralomineral ang berada di dalam plasma darah terdapat dalam bentuk garam mineral. adapun fungsi garam-garam mineral adalah untuk mengatur tekanan osmotik dan pH darah. Protein yang terdapat dalam darah atau protein darah terdiri dari albumin, globulin dan fibrinogen. adapun penjelasan sebagai berikut.


 













Albumin berperan untuk pengaturan tekanan darah
Globunin atau biasanya dikenal dengan immunoglobulin untuk melawan bibit penyakit.
Fibrinogen adalah protein darah yang berfungsi membentuk benang-benang Fibrin. benang-benang ini berperan penting dalam proses pembekuan darah apa bila tubuh kita terluka.
Apabila larutan protein yang berada di dalam plasma darah di endapkan dengan sentrifuge (alat pemutar), akan tertinggal cairan berwarna kuning jernih yang disebut serum.  Serum mengandung antibodi yang dapat melawan zat/benda asing atau kuman yang masuk ke dalam tubuh. Zat asing yang masuk ke dalam tubuh disebut antigen. Antibodi yang dapat menggumpal kan antigen disebut presipitin, yang dapat menguraikan antigen disebut lisin, dan yang dapat menawarkan racun di sebutan titoksin.
Dari penjelasan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa Plasma darah Berfungsi sebagai pengangkut sari-sari makanan ke seluruh sel-sel tubuh dan mengangkut zat-zat sisa metabolisme ke alat pengeluaran.
b.        Sel Darah Merah
SEL DARAH MERAH.jpgSel Darah merah atau yang di kenal juga dengan eritrosit memiliki bentuk bulat pipih bagian tengahnya cekung (bikonkaf) dan tidak berinti. eritrosit berwarna merah di karenakan mengandung hemoglobin. Hemoglobin merupakan senyawa protein yang mengandung zat besi. sel darah merah di bentuk di dalam sumsum merah tulang pipih. selanjutnya, darah beredar keseluruh bagian tubuh melalui pembuluh darah. Usia sel darah merah kurang lebih 120 hari. eritrosit atau sel darah merah yang sudah tua akan di bongkar oleh hari dan limpa. di dalam hati, hemoglobin di ubah menjadi zat warna empedu atau yang di kenal dengan bilirubin, yang kemudian di tampung dalam kantong empedu. Bilirubin ini berfungsi sebgai pemberi warna pada fases.Zat besi yang terdapat pada hemoglobin kemudian dilepas dan digunakan untuk membentuk sel darah merah baru. Fungsi utama dari sel darah merah adalah mengikat oksigen dan karbon dioksida. Bagian sel darah merah yang sangat berperan dalam mengikat oksigen adalah hemoglobin.
Proses pengikatan oksigen oleh hemoglobin di dalam paru-paru dapat kita ilustrasikan sebagai berikut ini :
Hb (Hemoglobin) + 02 (Oksigen) HbO2, (Oksihemoglobin)
CO2 lebih mudah larut saat berada di dalam air dari pada O2, CO2 mudah berikatan dengan air dalam plasma darah membentuk asam karbonat. asam karbonat kemudian membebaskan ion hidrogen yang menyebabkan pH darah akan turun (asam). apabila CO2 hanya di angkut dengan cara ini, maka metabolisme tubuh akan mengalami gangguan, agar tidak membahayakan tidak lebih dair 5-10% CO2 yang di hasilkan jaringan mengalami pengangkutan dengan cara ini. selebihnya, pengangkutan CO2 dilakukan oleh sel darah merah, sekitar 25% CO2 berikatan dengan hemoglobin dalam sel darah merah membentuk karbminohemoglobin.
CO2 tidak bergabung dengan hemoglobin di tempat yang sama pada oksigen. Sel darah merah dan jantung yang sampai ke sel-sel tubuh akan membebaskan oksigen dan meningkatkan pengangkutan karbon dioksida dari sisa-sisa oksidasi sel. Sel darah merah dari sel-sel tubuh yang sampai ke paru-paru akan mengikat oksigen. Pengikatan oksigen oleh hemoglobin ini akan menaikkan pembebasan karbon dioksida. Dengan adanya dua mekanisme penting tersebut, pengangkutan karbon dioksida dapat berlangsung dengan aman dan cepat.
Taukah sobat pada kondisi yang normal, jumlah sel darah merah di dalam tubuh Manusia di perkirakan kurang lebih lima juta tiap milimeter kubiknya (mm3) darah. lingkungan juga mempengaruhi jumlah sel darah merah dalam tubuh sesorang. Makin tinggi suatu daerah maka kadar O2 di atmosfer makin berkurang. Manusia yang hidup di dataran tinggi mengadakan adaptasi dengan cara memperbanyak jumlah sel darah merah agar kebutuhan oksigen tubuh tetap tercukupi.
c.         Sel Darah Putih
Sel darah putih atau yang di kenal dengan nama leukosit, sel darah putih memiliki inti akan tetapi tidak memiliki bentuk sel yang tetap dan tidak berwarna. leukosit dalam milimeter kubik darah lebih kurang berjumblah 8.000. tempat pembentukan sel darah putih adalah pada sumsum merah tulang pipih, limpa dan kelenjar getah bening. semua sel darah putih memiliki masa hidup antara 6 hingga 8 hari.
Sel darah putih dapat di bedakan menjadi 5 bagian yakni : Limfosit, Monosit, Neutrofil, Eosinofil dan Basofil.
Umumnya sel darah putih berukuran lebih besar dari pada sel darah merah, bentuk amoeboid atau tidak beraturan, dan berinti sel bulat atau cekung, jenis sel darah putih yang terbanyak di dalam tubuh adalah Neutrofil, yakni sekitar 60%. Neutrofil berfungsi untuk menyerang dan mematikan bakteri penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh, dengan cara menyelubunginya dan melepaskan suatu zat yang mematikan bakteri.
Jumlah limfosit didalam sel darah putih sekitar 20-30%. Limfosit bertugas membentuk antibodi, yaitu sejenis protein yang berfungsi memerangi kuman penyakit. Jumlah monosit di dalam darah putih sekitar 5 -10%. Seperti halnya neutrofil, monosit berfungsi menyerang dan mematikan bakteri.
Jumlah eosinofil dalam darah putih sekitar 5%. Eosinofil berfungsi menyerang bakteri, membuang sisa sel yang rusak, dan mengatur pelepasan zat kimia pada saat menyerang bakteri.
Basofil di dalam darah putih berjumlah sekitar 1%. Basofil berfungsi mencegah penggumpalan di dalam pembuluh darah.
Taukah bahwa Sel darah putih memiliki sifat fagosit, yakni mampu membunuh kuman penyakit dengan cara memakan kuman tersebut. untuk menghancurkan kuman penyakit, sel darah putih dapat menembus dinding pembuluh darah. Kemampuan itu disebut diapedesis.  Peningkatan jumlah sel darah putih yang tidak terkendali dapat mengakibatkan sel-sel darah putih memakan sel darah merah atau bersifat abnormal. Hal ini terjadi pada penderita kanker darah atau yang di kenal dengan penyakit leukemia.
d.        Keping-Keping Darah