Friday, 16 February 2018

PORIFERA



KINGDOM ANIMALIA

Berikut adalah ciri morfologi kingdom Animalia
1.        Tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh dengan kuat
2.        Adanya dua jenis jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan, yaitu jaringan saraf dan jaringan otot.
3.        Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual
4.        Memperoleh makanan secara heterotrof.
Secara garis besar, dunia hewan terdiri atas dua kelompok, yaitu Invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) dan Vertebrata (hewan bertulang belakang)

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang hewan Invertebrata. Invertebrata meliputi filum Porifera, Coelenterata,Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata.

1.        Porifera

Porifera dalam bahasa latin, kata Porus berarti Pori dan Fer berarti membawa. Porifera adalah hewan multiseluler (metazoa) yang paling sederhana. Hewan ini memiliki ciri umum, yaitu tubuhnya berpori seperti busa atau spons sehingga porifera disebut juga sebagai hewan spons.

Ciri-ciri Porifera
a.         Sudah merupakan Metazoa (Metazoa tingkat rendah), (Metazoa = hewan bersel banyak), sebab walaupun tubuhnya sudah berdiri dari banyak sel tetapi jaringan tubuhnya masih sederhana karena :
1)      Belum mempunyai organ tubuh yang khusus
2)      Belum mempunyai sistem saraf, yang menanggapi rangsang adalah sel-sel individual.
3)      Belum mempunyai saluran pencernaan makanan yang khusus.
b.        Pencernaan makanan secara intra seluler (pencernaan makanan dalam sel) karena masih intraseluler maka disebut Parazoa.
c.         Dinding tubuhnya berpori-pori (maka disebut Porifera) dan sudah mempunyai sistem canol.
Dinding tubuhnya terdiri dari 2 lapis antara lain :
-          Lapisan luar = epidermis,
-          Lapisan dalam
Tersusun dari Choanocyte = deretan sel leher masing-masing Choanocyle dilengkapi dengan Flogellum diantara 2 lapisan (lapisan dalam dan luar) terhadap zat antara berupa gelotin yang disebut Mesoglea atau Mesenchym.
d.        Tubuh dilengkapi kerangka yang berupa Spicula-spicula yang berasal dari :
-          Kapur (Ca CO3)
-          Silicat (H9 Si3O2)
-          Campuran kapur + silikat
Kerangka tersebut terdapat didalam lapisan Mesogles.
e.         Tempat hidup
-          Dilaut (kebanyakan)
-          Air tawar (beberapa)
f.         Pada tubuh Porifera terdapat pori-pori sebagai jalan masuknya air yang membawa makanan, kemudian oleh flagela yang ada pada koanosit, zat-zat makanan tadi akan ditangkap dan akan dicerna oleh koanosit atau sel leher. Setelah makanan tercerna, oleh sel amoebosit, maka sari-sari makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Air yang sudah tidak mengandung zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui oskulum. Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terdapat rongga yang disebut mesenkim atau mesoglea tempat dari sel amoeboid dan skleroblast yang merupakan penyusun rangka atau spikula berada. Porifera tidak mempunyai sel saraf. Sel-sel pada Porifera sensitif terhadap rangsang antara lain choanocyt dan myocyt, karena itu gerakan dari flagellum pada choanocyt tergantung pada keadaan lingkungan.


Struktur dan Fungsi tubuh Porifera

Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga porifera dikelompokkan dalam protozoa.Tubuh memiliki banyak pori-pori (ostium) yang merupakan celah masuknya air ke rongga dalam tubuh yang berukuran lebih lebar yang disebut spongocoel. Dari spongocoel, air kemudian keluar melalui oskulum, yang terdapat dipermukaan oral (atas) tubuh.
Struktur anatomi porifera :
 

1.        Lapisan luar tubuh (epidermis) terdiri dari selapis sel yang membentuk celah-celah kecil yang disebut ostium. Sel yang membentuk dan menggerakkan ostium disebut porosit.
2.        Lapisan dalam (endodermis) terdiri atas sel berbentuk leher yang disebut koanosit. Koanosit memiliki inti, vakuola dan flagela yang berkaitan dengan fungsi sel ini sebagai ‘alat’ pencernaan. Pencernaan terjadi di dalam koanosit, oleh karena itu disebut memiliki pencernaan interseluler.

Antara tubuh bagian luar dan dalam terdapat lapisan tengah (mesoglea/mesenkim) yang terdiri dari 3 model sel, yaitu amubosit dan skleroblast dan arkeosit. Dinamakan amubosit merujuk kepada bentuk dan sifat selnya yang menyerupai bentuk dan sifat amuba, yang mudah berubah bentuk. Skleroblast menghasilkan rangka yang disebut spikula. Spikula umumnya terbuat dari mineral kalsium karbonat dan silika, sedangkan yang lain terbuat dari bahan organik spongin. Sedangkan arkeosit berfungsi dalam reproduksi sel secara seksual.

Porifera belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna.Pencernaan dilakukan secara sederhana dengan cara menyaring makanan, berupa plankton dan bakteri, yang terlarut dalam air. Sel yang berperan dalam proses ini adalah koanosit. Setelah itu, maka tugas selanjutnya, yaitu mengedarkan makanan dilakukan oleh amubosit. Amubosit pula yang berperan mengangkut zat sisa pencernaan untuk dibuang.


Sistem Saluran/Sistem Canal pada tubuh Porifera

Sistem saluran air pada porifera dibedakan menjadi tiga tipe yaitu :
1.        Ascon
Ascon merupakan tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran lurus yang langsung menuju ke spongosol (rongga dalam)
2.        Sycon
Sycon merupakan tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rangga yang berhubungan langsung dengan spongosol
3.         Leucon.
Leucon merupakan tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubunga langsung dengan spongosol.
 

Klasifikasi
Menurut bahan penyusun spikulanya, Porifera dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu :
1.        Calcarea, spikula tersusun dari zat kapur/kalsium. Tipe saluran airnya asconoid. Contohnya : Grantia sp. dan Leucosolenia sp.
2.        Hexactinellida, spikula tersusun dari silikat/kersik. Tipe saluran airnya syconoid, contohnya : Pheronema sp.,  sp., dan Hyalonema sp.
3.        Demospongia, spikula tersusun dari silikat dan spongin atau spongin saja. Tipe saluran airnya syconoid atau leuconoid. Contohnya : Euspongia Spongilla Euplexaura antipathies

Peranan Porifera dalam kehidupan Manusia
1.        Sebagai makanan hewan laut lainnya
2.        Sebagai sarana kamuflase bagi beberapa hewan lain
3.        Sebagai hiasan akuarium
4.        Sebagai alat penggosok untuk mandi dan mencuci jenis Hipospongia
5.        Porifera yang dijadikan alat kontrasepsi
6.        Sebagai obat penyakit kanker dan penyakit lainnya
7.        Sebagai campuran bahan industri (kosmetik)

No comments:

Post a Comment