Sunday, 18 February 2018

EKSKRESI PADA HEWAN



Sistem Ekskresi pada Hewan

1.      Sistem Ekskresi pada Serangga
Sistem ekskresi pada serangga, contohnya belalang, pada umumnya tersusun atas alat ekskresi yang disebut Pembuluh Malpighi. Pembuluh Malpighi merupakan kumpulan pembuluh halus yang pangkalnya melekat pada dinding usus, tepatnya di antara usus tengah dan usus belakang. Fungsi pembuluh Malpighi mirip dengan fungsi ginjal, yaitu menyaring darah. Pembuluh Malpighi bedinding tipis dan berujung buntu. Ujung-ujung pembuluh Malpighi bergerak-gerak  bebas di dalam hemosol (darah) serangga. Jumlah pembuluh Malpighi bervariasi berdasarkan jenis serangganya.

Belalang dan sebagian serangga yang lain tidak dapat mengekresikan amonia dan haruslah memelihara konsentrasi air yang ada dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksi oleh belalang akan diubah menjadi bahan yang kurang toksik atau biasa disebut asam urat. Dan asam urat tersebut akan berbentuk seperi kristal yang tidak bisa larut.

Pembuluh malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang belalang. Aliran darah pada belalang akan melewati pembuluh malpighi ini. Dan di saat cairan lewat bagian proksimal dari pembuluh malpighi ini, maka, bahan yang mengandung nitrogen akan diendapkan sebagai asam urat. Sedangkan untuk air dan berbagai macam garam, akan diserap kembali oleh pembuluh tadi secara osmosis dan transpor aktif.

Asam urat dan sisa air akan masuk ke bagian bagian usus halus dan sisa air akan diserap kembali. Kristal yang terbentuk dari asam urat tadi bisa diekresikan lewat anus bersamaan dengan keluarnya fases. Untuk sebagian zat sisa yang mengandung nitrogen akan digunakan untuk membentuk kitin yang teletak pada eksoskeleton. Dan ini berguna untuk diekresikan pada saat pengelupasan kulit atau disebut molting.


Ekskretori Pada Belalang
Fungsi dari sistem ekskretori ini adalah untuk memelihara keseimbangan lingkungan yang ada di dalam (internel). Lingkungan dalam serangga, terutama belalang, akan ditentukan oleh cairan hemolimf yang menggenangi jaringan dan juga organ dari belalang.
Fungsi selanjutnya dari sistem ekskretori adalah sebagai bagian yang beranggung jawab untuk pemeliharaan uniformitas hemolimf. Dan untuk melaksanakan fungsi ini, sistem ekskretori tersebut akan membuang limbah metabolisme dan bahan-bahan yang berlebihan. Terutama disini yang menganding nitrogen dan juga untuk mengatur kandungan gula serta air.
Organ utama dari sistem ekskretori adalah tabung malpighi dan jaringan yang lainnya, yang diperkirakan memiliki peran bantuan. sistem seperti ini akan melewati aliran darah pada belalang. sistem ini mirip seperti sistem peredaran darah reptil

2.      Sistem Ekskresi pada Reptil
Alat ekskresi pada hewan reptil ada tiga macam, yaitu ginjal, paru-paru, dan kulit.Paru-paru dan kulit digunakan oleh reptile sebagai sarana sistem pernapasan pada hewan reptile.Seperti yang kita ketahui, di dalam paru-paru ada struktur yang disebut dengan alveolus. Alveolus merupakan kantung udara yang kecil namun kaya akan pembuluh darah. Karena strukturnya yang kaya akan pembuluh darah kapiler, maka pada paru-paru inilah proses pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida dilakukan. Baca pula sistem peredaran darah pada reptile.

Reptile menggunakan metanefros sebagai alat ekskresinya. Hal ini membuktikan bahwa dibanding anggota vertebrata yang lain, reptile termasuk vertebrata tingkaat tinggi. Ia sudah memiliki alat ekskresi yang menyerupai alat ekskresi pada manusia.

 

Ginjal metanefros pada reptile akan menyaring urin yang masuk. Urin pada reptile akan masuk melalui pembuluh-pembuluh yang menuju ke metanefros. Kemudian di sana urin akan disaring. Metanefros akan membuang asam urat yang terkandung dalam urin.

Metanefros mengekskresikan sebagian besar metabolism reptile dalam bentuk asam urat.Ini karena asam urat dapat berbahaya bila disimpan terus-menerus dalam tubuh. Karena pembuangan dalam bentuk asam urat inilah maka reptile tak memerlukan banyak air untuk membuang nitrogen dalam darah

3.      Sistem Ekskresi pada Ikan
Ikan merupakan hewan vertebrata (bertulang belakang) yang bernapas menggunakan insang.Penjelasan selengkapnya mengenai hewan vertebrata dan invertebrata.Ikan habitatnya berada di perairan baik perairan air tawar mau pun air laut.Ikan memiliki sirip yang digunakan untuk menyeimbangkan tubuh.Ikan juga tergolong sebagai hewan poikilotermal (hewan berdarah dingin yang menyesuaikan suhu darahnya secara bebas dan harmonis dengan suhu lingkungannya).

Ikan memiliki alat ekskresi berupa sepasang ginjal berwarna kemerahan bernama opistonefros yang merupakan tipe ginjal paling primitif.Sepanjang ginjal tersebut berada di atas rongga perut, di luar peritonium, di bawah tulang punggung dan aorta dorsalis.Fungsi ginjal yaitu untuk menyaring zat-zat sisa metabolisme dan mengedarkan kembali zat-zat yang masih berguna ke seluruh tubuh, menjaga keseimbangan tekanan osmotik tubuh dan menjaga kekentalan urine.

Alat Ekskresi Ikan
Sistem ekskresi ikan sama seperti hewan vertebrata (bertulang belakang) lain, yang memiliki banyak fungsi. Fungsi sistem eksresi ikan yaitu untuk regulasi kadar air tubuh, mengeliminasi sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein dan menjaga keseimbangan garam. Alat ekskresi ikan terdiri atas:
·           Insang- Insang pada ikan berfungsi untuk mengeluarkan CO2 dan H2O
·           Kulit- Kelenjar kulit mengeluarkan lendir agar tubuh ikan menjadi licin sehingga memudahkan ikan bergerak dalam air
·           Sepasang ginjal- Pada sebagian besar ikan sepasang ginjal berfungsi untuk mengeluarkan urine

Tipe Ginjal pada Ikan
1.        Pronefros
Telah disebutkan sebelumnya bahwa ginjal pada ikan merupakan ginjal tipe primitif, dalam artian bahwa fungsi dan komponennya tidak sesempurna manusia.Ginjal tipe Pronefros terdapat pada tahap perkembangan embrional ikan, namun saat ikan beranjak dewasa ginjal Pronefros tidak berfungsi lagi.Pada ginjal jenis ini tubulus-tubulus bagian anterior tidak ada, beberapa tubulus yang berada di tengah berhubungan dengan testis, terdapat konsentrasi dan pelipatgandaan tubulus dibagian posterior.Namun terdapat pengecualian pada ikan jenis Hagfish dan Lamprey.
2.        Mesonefros
Pada umumnya fungsi ginjal tipe mesonefros sama seperti ginjal tipe pronefros, perbedaannya terdapat air tawar lebih banyak serta diameternya lebih besar dibanding ikan yang hidup di air laut.pada prinsip sistem peredaran darah, tingkat kompleksitas dan efisiensi kerja ginjal.Ada perbedaan adaptasi antara ikan yang hidup di air laut dan air tawar kaitannya dengan proses ekskresi. Keduanya memiliki cara berbeda untuk mempertahankan kadar garam di dalam tubuh mereka. Jumlah glomerolus ikan
Berikut adalah beberapa sistem ekskresi pada ikan :
Ekskresi Ikan Air Tawar
Tubuh ikan air tawar kadar garamnya lebih pekat dibanding dengan lingkungan sekitar. Glomerolus padginjal yang banyak dengan diameter lebih besar secara osmosis menyerap garam dari perairan masuk ke dalam tubuh. Kelebihan air yang ada di tubuh dipompa keluar dalam bentuk air seni. Dinding tubulus ginjal bersifat impermiable (tidak dapat ditembus oleh air/ kedap air), air seni yang dihasilkan memiliki kadar air yang tinggi.
Kelebihan glomerolus yang lebih besar dan berdimeter dua kali lebih besar dari ikan air laut dimaksudkan agar garam-garam dalam tubuh tidak keluar dan air dipompa sebanyak-banyaknya dari dalam tubuh. Ketika cairan dari badan malpighi masuk ke tubulus ginjal, glukosa akan diserap kembali oleh tubulus proximalis, sedangkan garam akan diserap kembali ke dalam tubuh oleh tubulus distal.
Ikan air tawar mengalami kondisi hiperosmotik dimana cairan tubuh ikan air tawar memiliki konsentrasi ionik lebih tinggi dibanding lingkungannya. Untuk mempertahakan konsentrasi tersebut dibutuhkan sistem ekskresi dan konsentrasi dari ion-ion disamping adanya proses eksresi air yang telah difiltrasi oleh ginjal. Proses filtrasi tersebut terjadi di nefron glomerolus. Nefron glomerolus terdiri atas corpus renalis dan tubulus renalis. Corpus renalis sendiri tersusun atas glomerolus-glomerolus yang diselimuti oleh Capsule BowmanEpitela parietalis dan visceralis membentuk Bowman’s space yang memisahkan dengan bagian-bagian ginjal yang lain.
Ekskresi Ikan Air Laut
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa ikan yang hidup di air tawar dan air laut memiliki sistem ekskresi yang berbeda. Tubuh ikan air laut memiliki konsentrasi kadar garam yang lebih rendah dibandingkan dengan lingkungan perairannya. Hal tersebut disebabkan karena air garam pada air laut cenderung menyebabkan tubuh ikan air laut terhidrasi berbeda dengan ikan air tawar yang memiliki konsetrasi kadar garam dalam tubuh lebih tinggi dibading lingkungannya. Bebereapa jenis ikan air laut memiliki kelenjar ekskresi garam pada bagian insang yang berperan dalam mengurangi kelebihan garam. Fungsi ginjal pada ikan yang hidup di air laut prinsipnya yaitu untuk menyaring zat-zat yang ada di dalam air dan darah yang hasilnya akan dikeluarkan melalui korpus renalis.
Keseimbangan air dijaga oleh tubulus yang bergulung. Hasil yang hilang pada tubulus nefron termasuk air dan zat lain, diabsorpsi kembali ke dalam tubuh lewat aliran darah, sistem peredaran darah pada hewan selengkapnya dapat dibaca disini. Korpus renalis ikan air laut berukuran lebih kecil dibanding dengan ikan yang hidup di air tawar, sehingga cairan tubuh tidak gampang keluar karena cairan tubuh perlu dijaga agar tidak terlalu encer.Namun pengecualian untuk Elasmobranchii, tidak seperti ikan air laut kebanyakan, Elasmobranchii memiliki korpus renalis besar sehingga mengeluarkan air lebih banyak seperti ikan air tawar.


No comments:

Post a Comment