Thursday, 15 March 2018

Mengapa kita kesemutan?



Mengapa kita kadang-kadang merasakan kesemutan, terutama pada lengan dan kaki? Apa yang sesungguhnya terjadi pada tubuh kita sehingga menyebabkan hal ini?
Jawab :
1.    Kesemutan, atau yang disebut paraesthesia, dapat disebabkan oleh sejumlah hal. Penyebab yang paling umum adalah adanya kompresi (pemberian tekanan yang tinggi) langsung dari saraf sensori sehingga menghambat kemampuan untuk mengirim informasi sensori ke otak. Hal ini sering terjadi ketika sebuah saraf bergerak mendekati permukaan tubuh dan di atas tulang. Contohnya, kompresi dari saraf ulnar ketika melewati sikut sehingga menyebabkan semutan di tangan. Inilah sebabnya mengapa orang yang bangkit dari posisi tertentu merasa kesemutan. Sebab, mereka telah mengkompresi saraf peripheral dengan cara berbaring di atasnya.

Hal yang tidak biasa  adalah bahwa tingkat kalsium plasma abnormal dapat menyebabkan kesemutan, juga dengan cara memengaruhi fungsi saraf sensori. Kalsium rendah, kadang terjadi setelah menjalani operasi tiroid yang secara klasikal menyebabkan kesemutan pada tangan. Hal ini menyebabkan darah lebih bersifat alkali sehingga mendorong kalsium ke dalam sel dan menurunkan plasma kalsium. Kesemutan pada kaki adalah tanda dari rusaknya saraf yang disebabkan oleh diabetes yang tak terkontrol dengan baik.

Penyebab lain kesemutan yang cukup mengerikan yang mencakup kondisi neurologis adalah stroke dan sklerosis ganda. Jadi, jawaban singkatnya adalah bahwa kesemutan disebabkan oleh sejumlah faktor yang mengganggu fungsi saraf sensoris.

2.    Paraesthesia menjelaskan sejumlah sensasi abnormal, termasuk kesemutan. Paraesthesia sementara adalah sensasi sementara rasa geli, tertusuk-tusuk, atau kebas pada kulit dan tidak memiliki efek jangka panjang.

Pada umumnya, kesemutan dirasakan pada kaki dan tangan yang biasanya disebabkan oleh kurangnya suplai darah atau oleh tekanan yang terjadi pada saraf superfisial.contohnya, bila Anda berlutut atau bersila, berat tubuh Anda cenderung membatasi suplai darah pada bagian tubuh bawah. Akibatnya, saraf menjadi kekurangan darah dan mulai mengirim sinyal tidak biasa ke otak. Hal ini dipersepsi sebagai sensasi geli atau kesemutan pada telapak dan tungkai kaki. Bagitu Anda bergerak dan mengubah posisi, kompresi saraf kembali lepas dan kesemutan pun berangsur menghilang.

Paraesthesia bisa juga bersifat kronis. Sirkulasi yang tidak baik umum terjadi pada orang yang telah lanjut usia. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kondisi seperti atherosclerosis atau penyakit vaskuler peripheral. Tanpa suplai darah yang cukup dan nutrisi yang baik, sel saraf tidak dapat berfungsi dengan normal. Inilah sebabnya mengapa paraesthesia dapat menjadi gejala adanya malnutrisi, dan juga gangguan metabolis seperti diabetes dan hipotiroid.

Selain itu, peradangan pada jaringan dapat mengganggu saraf yang bekerja di dalamnya, yang juga menyebabkan paraesthesia. Kasus ini terjadi pada kondisi seperti sindrom carpal tunnel (rasa sakit dan lemah pada pergelangan tangan) dan rheumatoid arthritis. Paraesthesia yang kronis kadang dapat merupakan gejala dari gangguan neurologis, seperti penyakit neuron motor atau sklerosis ganda.

No comments:

Post a Comment