Thursday, 8 February 2018

SISTEM EKSKRESI



SISTEM EKSKRESI
I.     SISTEM EKSKRESI PADA INVERTEBRATA
Sistem ekskresi merupakan suatu sistem yang menyelenggarakan pengeluaran zat-zat sisa. Zat-zat sisa ini merupakan hasil metabolisme dalam tubuh yang sudah tidak berguna lagi.

Sistem ekskresi pada Invertebrata masih sederhana. Walaupun demikian, sisa-sisa metabolisme itu harus tetap dikeluarkan. Berikut ini adalah uraian beberapa sistem ekskresi pada hewan Invertebrata.
1.    Sistem Ekskresi pada Planaria
Alat ekskresi cacing pipih, seperti Planaria, adalah sel api (flame cell). Disebut sel api karena organ pengeluaran sisa metabolisme ini memiliki rambut (silia) yang bergerak seperti api. Sisa-sisa metabolisme akan dikeluarkan melalui pori-pori.


 











2.    Sistem Ekskresi pada Cacing Tanah
Alat ekskresi pada Cacing tanah berbeda dengan Planaria.Cacing tanah memiliki alat ekskresi yang disebut Nefridium. Nefridium terdapat pada setiap ruas tubuh cacing tanah. Akan tetapi, tiga ruas pertama dan satu ruas terakhir tidak memiliki nefridium.

Pangkal Nefridium disebut Nefrostom. Adapun bagian ujung nefridiun disebut Nefridiofor yang merupakan lubang pengeluaran. Pada setiap nefrostom terdapat silia yang berfungsi mendorong sisa metabolisme dari darah menuju nefridium.  
3.    Sistem Ekskresi pada Serangga
Serangga memiliki alat pengeluaran khusus yang dinamakn pembuluh Malpighi. Pembuluh Malpighi ini berfungsi untuk menyaring sisa metabolisme. Hasil penyaringan ini diserap dari cairan jaringan oleh buluh malpighi bagian ujung dorsal. Selanjutnya, cairan ini akan masuk kebagian proksimal pembuluh Malpighi dan membentuk kristal asam urat. Kemudian, cairan akan masuk ke usus belakang. Akhirnya, cairan keluar bersama feses.


II.      SISTEM EKSKRESI PADA VERTEBRATA
Ginjal merupakan alat ekskresi yang utama pada vertebrata. Alat ekskresi lain selain ginjal, yakni kulit, paru-paru, dan hati. Pada vertebrata terdapat beberapa tipe ginjal, yakni pronefros, opistonefros, mesonefros, dan metanefros. Pronefros merupakan ginjal yang berkembang pada fase embrio atau larva. Selanjutnya, pronefros akan berubah menjadi mesonefros dan kemudian menjadi metanefros. Opistonefros merupakan tipa ginjal yang terdapat pada hewan Amphibia dan Pisces.

1.    Sistem Ekskresi pada Pisces
Alat ekskresi ikan berupa ginjal yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu pronefros dan mesonefros. Pronefros dan mesonefros disebut opistonefros yang merupakan ginjal pada ikan. Urine dikeluarkan melalui lubang urogenital. Karbon dioksida yang berasal dari ikan dikeluarkan melalui insang ke air. Pada ikan yang bernafas dengan pulmosis (ikan paru-paru), CO2 dikeluarkan melalui pulmosis.

Mekanisme ekskresi pada ikan yang hidup di air tawar dan air laut berbeda. Ikan yang hidup di air tawar mengekskresikan amonia dan aktif menyerap ion anorganik melalui insang. Kemudian, ikan ini megaluarkan urine dalam volume besar (Campbel, et al.,2006:508).

Pada ikan yang hidup di air laut, sampah nitrogen yang diekskresikan kurang beracun. Zat yang diekskresikan antara lain trimetilamin oksida dan ion-ion. Zat trimetilamin oksida adalah zat yang mebuat ikan berbau amis, karena ikan air laut tidak memiliki glomerulus. Zat yang diekskresikan dikeluarkan melalui insang, ikan air laut juga mengeluarkan urine, tetapi jumlahnya sedikit.



 









Osmoregulasi Pada Ikan Air Tawar
Ikan-ikan yang hidup di air tawar mempunyai cairan tubuh yang bersifat hiperosmotik terhadap lingkungan, sehingga air cenderung masuk ke tubuhnya secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermeabel. Bila hal ini tidak dikendalikan atau diimbangi, maka akan menyebabkan hilangnya garam-garam tubuh dan mengencernya cairan tubuh, sehingga cairan tubuh tidak dapat menyokong fingsi-fungsi fisiologis secara normal.

Ginjal akan memompa keluar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Ginjal mempunyai glomeruli dalam jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya.

Ketika cairan dari badan malpighi memasuki tubuli ginjal, glukosa akan diserap kembali pada tubuli proximalis dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distal. Dinding tubuli ginjal bersifat impermiable (kedap air).

Air seni yang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandung sejumlah kecil senyawa nitrogen, seperti:
1)   Asam Urat
2)   Creatine
3)   Creatinine
4)   Amonia
Meskipun air seni mengandung sedikit garam, keluarnya air yang berlimpah menyebabkan kehilangan garam dengan jumlah yang cukup besar. Garam-garam juga hilang karena proses difusi dari tubuh. Kehilangan garam ini juga diimbangi dengan garam-garam yang terdapat pada makanan dan penyerapan aktif melalui insang.
Pada golongan ikan Teleositer terdapat gelembung air seni untuk menampung air seni. Disini dilakukan kembali penyerapan terhadap ion-ion. Dinding gelembung air seni bersifat impermiable terhadap air.

Osmoregulasi Pada Ikan Air Laut
Ikan laut hidup pada lingkungan yang hipertonik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya, sehingga cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang, dan kemasukan garam-garam.

Untuk mengatasi kehilangan air, ikan meminum air laut sebanyak-banyaknya. Dengan demikian, berarti kandungan garam akan meningkat dalam cairan tubuh. Padahal, dehidrasi dicegah dengan proses ini dan kelebihan garam harus dihilangkan.

Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk mempertahankan air, volume air seni pada ikan air laut lebih sedikit dibandingkan pada ikan air tawar. Tubuli ginjal mampu berfungsi sebagai penahan air. Jumlah glomeruli ikan laut cenderung lebih sedikit dan bentuknya lebih kecil daripada ikan air tawar.

Kira-kira 90% hasil buangan nitrogen yang dapat disingkirkan melalui insang, sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Meskipun demikian, air seni masih mengandung sedikit senyawa tersebut.

Air seni Osteichthyes mengandung:
1)   Creatine
2)   Creatinine
3)   Senyawa Nitrogen
4)   Trimetilaminoksida (TMAO)

2.    Sistem Ekskresi pada Aves
Bangsa burung memiliki alat ekskresi berupa ginjal metanefros, paru-paru dan kulit. Urine yang terbentuk keluar dari vesica urinaria ke kloaka. Karbon dioksida yang dikeluarkan melalui hidung berasal dari paru-paru. Burung mengeluarkan keringat melalui kulit walau dalam jumlah yang relatif sedikit. Pada burung zat yang diekskresikan berupa asam urat dan garam. Pada burung laut yang banyak meminum air laut dan makan ikan laut banyak mengandung garam dan memiliki kelenjar pengekskresi garam di atas mata.



 












Larutan garam mengalir kerongga hidung yang selanjutnya keluar lewat nares (lubang hidung). Ekskresi garan tersebut akhirnya akan menetes dari ujung paruh.

III.   Sistem Ekskresi Manusia
Makhluk hidup menghasilkan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan. Zat ini dapat menjadi racun jika tidak dikeluarkan oleh tubuh. Proses pengeluaran zat sisa dari tubuh antara lain dengan sekresi, ekskresi dan defekasi.

Sekresi merupakan suatu proses pengeluaran zat yang berbentuk cairan oleh sel-sel atau kelenjar. Cairan tersebut masih dimanfaatkan oleh tubuh untuk proses metabolisme. Cairan tersebut misalnya enzim dan hormon.
Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme dari tubuh yang sudah tidak dapat digunakan lagi seperti pengeluaran urine, pengeluaran keringat, dan pengeluaran CO2 dari tubuh.
Defekasi merupakan pengeluaran feses dari tubuh. Proses defekasi tidak dimasukkan ke dalam ekskresi karena feses yang dikeluarkan bukan hasil metabolisme dalam sel melainkan sisa pencernaan.

Seperti telah dikemukakan, alat ekskresi manusia adalah paru-paru, ginjal, kulit dan hati. Paru-paru sebagai alat ekskresi telah dibahas lebih lengkap dalam sistem pernapasan. Uraian berikut membahas alat-alat ekskresi yang lain.
1.      Ginjal
Dalam tubuh terdapat sepasang ginjal yang berada disekitar tulang pinggang. Ginjal berbentuk seperti kacang merah. Ginjal nerfungsi menyerap atau menyaring sampah yang terdapat dalam darah.

Ginjal mendapat percabangan pembuluh darah dari aorta berupa arteri renalis dan dari vena cava inferior berupa vena renalis. Dari ginjal terdapat saluran ginjal atau ureter yang bermuara pada kantung kemih atau vesica urinaria. Vesika urinaria berfungsi menampung urine yang dihasilkan oleh ginjal. Urine keluar dari vesica urinaria ke luar tubuh melalui uretra. Dibagian atas ginjal terdapat kelenjar anak ginjal atau glandula suprarenalis adrenal.
Jika ginjal dibelah, ginjal terdiri atas kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), dan rongga ginjal (pelvis). Pada ginjal terdapat berjuta-juta nefron. Nefron merupaka unit terkecil pembentuk ginjal. Satu nefron terdiri atas kapsula bowman, tubulus proksimal, tubulus distal, dan lengkung Henle (loop henle).